Rabu Itu
Hari ini, Rabu 13 Oct 2010.
Pipipipipipippiipip,…tepat pukul 04.45, terdengar bunyi alarm yang sumbernya dari handphone ku. Seketika mata yang tadinya tertutup dan terbuai akan kenikmatan tidur, langsung sdikit terbuka walau masih terasa berat dan melakukan perlawanan untuk terpejam lagi. Namun untungnya, semangat dan rasa tanggung jawab menang dalam memerangi kemalasan dan kenikmatan si kotak empuk. Akupun bangun dengan berat. Kukumpulkan segenap tenaga untuk memulai aktifitas di hari yang baru. Walau udara dingin menerobos ventilasi kamarku dan membujukku untuk bergaul kembali dengan selimut. Namun aku tetap melawannya.
“Duh,…tumben hari ini dingin banget.” Keluhku dalam hati.
Meski dingin, kulangkahkan kaki menuju kamar mandi yang letaknya di luar kamar. Kuputar kran, air keluar dengan deras. Lalu kumulai niat berwudhu, dan ku basuh bagian bagian yang harus kusiram air wudhu sesuai urutanya.
Lalu Shalat subuh.
***
Ku tengok jam dinding yang menempel kokoh di dinding kamarku. 05.40.
“Hmmm,..masih ada banyak waktu untuk sarapan pagi.”
Lalu ku buka penghangat nasi dan kuambil piring kutuangkan nasi pada piringku. Cukup sedikit saja dengan dilengkapi sarden dan sosis, yang penting perut terisi daripada maag kembali bertamu kepadaku dan menggangu ketenangan ku serta menambah daftar agenda sakit dalam sejarah. Makan dengan lahap.
Usai mengisi atau memberi penghuni nomaden baru pada perut ku. Lalu otak ku mengajak untuk ke kamar mandi, yang jelas untuk mandi serta membuang sampah yang dari kemarin tersimpan dan kini mungkin semakin membusuk dengan ditandai keluarnya gas tak sedap dari lubang pembuangan feses . Karena jarum jam telah tepat menunjukkan pukul 06.00. Kulemparkan badan ku segera ke kamar mandi. Setelah di dalam dan ku kunci pintunya, Boker,…usai itu ku buka pakaianku.
“Haddeehh,..tambah dingin aja.” Sekali lagi aku mengeluh.
Tak peduli dengan udara yang semakin menusuk. Spontan ku ambil gayung dan kusiramkan air ke badanku.Lalu,..
“Arrrrgggghhhh,….” Aku berteriak lirih.
Ternyata air pagi itu mampu menggetarkan seluruh badanku dan membuat berdiri seluruh bulu lembut yang tumbuh dibadanku, padahal baru satu siraman. Nekat pun ku lakukan. Ku siramkan lagi, lagi dan lagi terus hingga mandi ku usai.
Arrgghhh,..arrrghh…ddii dii nggiinnn.”Aku menggigil hebat.
Serasa badan ini keluar dari lemari es setelah berhari hari di dalamnya. Ku kenakan lagi pakaianku usai mengeringkan badan. Namun aku masih tak henti henti nya menggigil. Malah semakin hebat. Bergegas ku keluar kamar mandi, lari, ku lemparkan badan ini menuju kamar. Spontan setelah ada di kamar, bergaul lagi ku dengan hangatnya selimut. Ah,.baru beberapa detik ku nikmati, ku teringat bahwa ku harus berangkat ke kampus. Mengingat kini telah pukul 06.20. Ku lawan dingin dengan menggerakkan badanku, tangan, dan kaki. Berharap energi panas terkumpul dan mampu menghangatkanku. Pakai baju rapi celana dan menyiapkan keperluan kuliah telah ku lakukan. Dan kini siap berangkat.
***
Jalan kaki, akhirnya nyampai juga di kampus. Dan catatan waktu ku dari kost ke kampus 20 menit 39 detik. 13 detik lebih singkat dari biasanya.Hehe.
Tibalah di megahnya gedung ftsp UII. Memang megah dari luar, tapi dalamnya biasa saja seh. Satu tujuanku. Ruang 1 lantai 1, mata kuliah fisika teknik. Yup, tiba dan masuklah ku ke dalam kelas.
“Ternyata dosennya belum datang, dan baru ada tiga anak di dalam kelas.”
Beberapa menit kemudian kelas yang tadinya hening karena sedikit penghuninya, berangsur riuh dengan datangnya penghuni penghuni yang lain. Tak berapa lama, tampak sosok orang berpakaian rapi, berkacamata serta terlihat telah banyak pengalaman dalam menjalani hidup dan makan asam garam . Tak salah lagi, bapak dosen fistek, sebut saja pak X . Masuklah ia dengan menjinjing tas kerja. Ditaruhnya di atas meja, tanpa banyak basa basi.
“Sebelum kita memulai kegiatan kuliah, marilah kita berdoa. Berdoa mulai.” Ujar pak X dengan lirih.
Memang, namanya juga orang tua. Pasti semua yang ada pada dirinya tak seperti ketika masih muda dulu. Ngomong aja sungguh lirih . Aku hampir tak mendengarnya padahal duduk dibangku urutan kedua dari depan.
Usai berdoa. Tanpa banyak bicara. Di pungutnya sebatang spidol hitam yang tergeletak tak berdaya di atas meja. Lalu spidol itupun menari di kotak putih menghasilkan kumpulan rumus dan angka angka dengan kontrol dari tangan pak X yang terlihat semakin keriput karena dimakan usia.
***
Setelah ku intip jam yang ada di handphone ku. Ternyata, tepat satu jam sudah pak X menonjok dan menjejali aku serta teman teman ku dengan rumus dan beberapa contoh soal, dan sekarang tepat pukul 08.00. Tiba tiba.
“Ya’,..sembari mengingat dan uji coba dengan materi yang telah saya berikan dari pertemuan pertemuan yang lalu. Mari kita tes dengan soal yang akan saya bagikan. Setelah dapat langsung di kerjakan ya, mengingat waktu yang sudah mepet.” Ucap pak X dengan membagi selembar kertas yang berisikan sebuah soal.
Wah, usai dijejali dengan materi. Sekarang dipaksa mengerjakan tugas. Serentak memang tadinya ku kaget karena kok mendadak benar. Namun teman ku ada yang bilang kalo sudah di kasih tau minggu sebelumnya. Ditonjok lagi, otak harus bekerja.
Sreet,..pak X memberikan selebaran itu. Langsung tanpa basa basi, ku baca soalnya dan berharap aku bisa. Ternyata, soal tersebut memang mirip dengan materi materi yang lalu. Hanya saja angka yang berbeda, namun jenis soal sama. Langsung ku kerjakan. Alhamdulillah bisa dan selesai sebelum waktu habis. Aku berharap dan berdoa semoga hasilnya memuaskan dan mampu membuat bibirku tersenyum lebar. Lalu, Aku beserta teman sebangku berdiri dan mengumpulkannya bersamaan. Dan mata kuliah fisika telah usai. Eiiitsss..!!! jangan senag dulu,..karena kimia dan bahasa inggris menunggu di tengah siang. Namun, memang masih lama. Kini aku pun pulang, ke kost.
***
Sampai di sini doeloe…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar