script feeds berjalan Anda

Sabtu, 18 September 2010

Aku Punya Cerita


Hari ini aku ingin berbagi cerita, dengan kata lain atau yang lebih singkatnya, aku ingin curhat. Memang menjadi pendengar adalah hal yang membosankan apalagi jika harus di minta untuk memberi masukan. Toh masukan yang di berikan terkadang juga tak pernah di pakai oleh orang yang sedang curhat. Dan juga hal yang tak menyenangkan jika harus terus terusan mengarahkan cursor atau mouse ke bawah hanya untuk sekedar membaca kata kata yang sebenarnya tak penting. Namun sekali lagi ku tegaskan bahwa aku ingin berbagi uneg uneg yang telah lama mengganjal di hati.
            Awal cerita ketika ku duduk di temani ibu di bangku tunggu di stasiun madiun. Tepatnya tanggal 15 September 2010. Ku menanti kedatangan kereta Madiun Jaya yang akan membawaku kembali ke Klaten, sebuah kota kecil namun sebenarnya adalah kabupaten yang terletak di pinggiran kota Jogja. Ku kesana dengan tujuan singgah ke rumah saudara lalu berangkat ke Jogja untuk kembali memulai aktivitas sebagai seorang mahasiswa.
            Kereta tiba dan siap untuk kembali berangkat setelah tiba dari Jogja. Memang , Madiun Jaya adalah kereta khusus yang memiliki rute Madiun Jogja , Jogja Madiun. Berbondong bondong penumpang yang tadinya menunggu , kini berebut naik dan mencari tempat yang kosong , begitu pula aku. Dapat, sebuah tempat kosong yang tepat berada di sebelah gadis remaja seusiaku. Dia berparas manis, berkerudung dan terlihat cuek. Kutaruh tas ransel ku pada bawah bangku. Sebuah pelukan hangat penuh kasih sayang  dari ibu ku melepas kepergianku.
            “Hati hati gung,..salam buat tantemu dan kamu belajar yang rajin.” Ibuku berpesan setelah melepas pelukannya.
            “Ya bu, trimakasih.” Jawabku.
            Memang berat harus jauh kembali dari orang tua setelah melepas kerinduan di hari raya Idul Fitri. Namun ini adalah sebuah tanggung jawab yang harus ku tunaikan. Toh ini semua demi masa depan ku juga. Ibu turun dari kereta. Tak lama kemudian , lambat laut Madiun Jaya mulai berjalan meninggalkan stasiun menuju ke arah barat. Dan kini kereta melaju kencang.
            Di sampingku duduk seorang gadis yang sebelumnya telah ku ceritakan di atas. Tiap kali ku menoleh ke arahnya berharap dia menoleh kepadaku dan ku sambut dengan sebuah sapaan agar ku bisa mengobrol dengannya. Namun nihil, dia sama sekali tak menoleh ke arahku. Mungkin cuek akan lebih baik, pikirku. Aku hanya diam, membisu sambil mendengarkan musik melalui headsetku.
            Masih diam, dia sempat menoleh kepadaku beberapa kali. Namun alunan musik membuat ku lupa akan misi ku untuk dapat berkenalan dengannya. Akhirnya musik kumatikan.
            Setelah kira kira kereta melaju selama dua jam. Kini tiba sudah di stasiun Solo Balapan. Dan berhenti. Dia menoleh padaku..!!! Spontan…
            “Mau kemana mbak..??” tanyaku basa basi memancing pembicaraan.
            “Jogja.” Jawabnya singkat.
            Dengan jawaban yang singkat , tak membuat ku berhenti mengintrogasinya. Malah membuat ku semakin penasaran akan dirinya.
            “Oww,..kuliah disana??” Aku lagi.
            “iya.” Dia tambah cuek.
            “Kuliah dimana??” tambahku.
            “UGM, jurusan HI (Hubungan Internasional).”
            “Oww.” Aku singkat.
            “Kalo kamu?? Mau kemana??” Dia bertanya, manis.
            “Ow..aku mau ke Klaten. Ke tempat saudara.”
            Kereta kembali berjalan ketika kami sedang asik ngobrol.
            “Oya kamu kuliah dimana??” dia bertanya padaku lagi.
            “Aku di UII ambi teknik sipil.”
            “Wah Jogja juga donk.”
            “Hmm,..iya he.” Aku singkat.
            Sejenak obrolan berhenti karena kulihat dari tadi dia memegang handphone nya terlihat membalas sms dari seseorang dan sesekali dia mengangkat telepon. Diam lagi aku, lama.
            “Oya kamu asli mana?? Mdiun juga..??” tanyaku menghidupkan suasana setelah membisu.
            “Aku asli Madiun “jawabnya.
            “Oww,..dulu SMA mana..??”
            “Caruban,..kamu??” Dia.
            “Aku SMA 4 Madiun.”
            “Ow,…”Dan dia membalas dengan senyum kecil yang manis.
            Sebenarnya masih ingin aku mengajaknya bicara. Namun aku bukan tipe lelaki yang pandai dalam berbasa basi apalagi kepada seorang lawan jenis.
            Kereta tetap melaju, tak terasa tiba di Klaten dan hampir dekat dengan stasiun Klaten. Akupun segera bersiap untuk beranjak dari bangku. Dan kusampaikan salam perpisahan padanya.
            “Mari mbak..”Aku dengan tersenyum.
            Dia hanya membalas dengan senyuman kecil manis,.sungguh manis. Lalu kereta berhenti , akupun turun setelah pintu kereta terbuka secara otomatis. Aku turun, disambut dengan para tukang becak dan ojek. Namun hatiku jatuh pada penawaran si ojek. Dengan jasanya , akhirnya tiba juga ku di rumah saudara ku.
            Malamnya ketika ku sedang beranjak untuk tidur. Ku teringat kembali pada gadis tadi.
            “Oh iya…aku lupa,..harusnya aku bertanya siapa namanya. Hadeeh.” Sesalku dalam hati.
            Sampai saat ini saya masih penasaran dengannya. Siapa dia,…mungkinkah bisa jumpa lagi,..Oh,…aku…………………….

Tidak ada komentar: