script feeds berjalan Anda

Sabtu, 16 Oktober 2010

Wow wow




Jumat, 15 Oct 2010.
            Kumandang adzan subuh berseru begitu pula dering alarm yang berasal dari handphone ku. Akupun terbangun dengan rasa yang sungguh berat dan sedikit malas. Namun semangat dan tanggung jawabku telah mengalahkan rasa malas tersebut. Bangun. Lalu bergegas ku ambil air wudhu di kamar mandi dan segera pula ku tunaikan ibadah shalat subuh.
            Waktu masih berjalan, tepat pukul 05.30. Seperti biasa itu adalah waktunya menjejali perut dengan sepiring nasi dan lauknya serta segelas susu coklat hangat. Kenyang. Satu kata dan satu rasa yang ku dapat setelah itu. Lalu ku lakukan lagi kegiatan rutin ya
ng tak boleh ditanggalkan apabila ingin bepergian atau berangkat ngampus. Ya, mandi. Byurrrrrrr,….
            Siap berangkat. Tak lama kemudian, tampak dari depan gerbang kost seseorang dengan gaya mahasiswa menunggangi si roda dua bermesin. Joko,… yang dengan baik memberiku tumpangan untuk berangkat serta pulang ngampus. Lalu kami pun berangkat.
            Tiba pula akhirnya di tempat yang sekarang tak lagi asing bagiku. FTSP. Di parkiran, terlihat masih sepi. Tak seperti biasanya. Memang masih pagi. Lalu beberapa saat kemudian, Baskara datang menunggangi si badai merah miliknya. Diparkirnya, dan kami bertiga pun segera menuju ke ruang kelas yang letaknya di lantai tiga ruang delapan. Dengan mata kuliah Analisis Struktur Rangka dan si pembimbing adalah Pak X (tak perlu ku sebut namanya).
            Sampai di depan kelas, ku tengok ke dalam dengan mengintip melalui celah pintu yang terbuka. Masih tak ada nyawa di dalamnya. Kosong. Lalu kami pun menunggu di depan. Sembari menunggu dan menghapus sepi, kita berbincang basa basi tak jelas. Tak lama kelas pun terisi penghuni dan mulai ramai, kami pun masuk. Namun masih menunggu kedatangan Pak X. Tak seperti biasa bliau telat masuk ruangan kelas. Mungkin masih ada beberapa keperluan.
            Datang!! Masuklah Pak X, tampak penampilannya mengenakan busana serba putih dan berlengkapkan sebuah peci bundar ketat. Putih juga, kontras dengan rambutnya yang hanya tampak belakang berwarna semu putih , mirip seperti kerontokan bunga jambu. Tanpa berlama lama, setelah masuk dan menaruh tas. Pak X memimpin doa, usai itu.
            “Apa ada pertanyaan tentang materi gaya batang,..?” Pak X.
            “Tidak,…” Serentak lirih kami sekelas menjawab.
            Tanpa ada basa basi atau intermezzo, dipungutnya sebatang spidol yang tergeletak di meja. Lalu ditujunya si kotak lebar putih, dan di mainkannya spidol tadi. Menari , lalu menghasilkan coretan gambaran dan juga beberapa angka. Tepat, itu sebuah soal yang akan di tonjokkan pada kami sekelas.
            “Kerjakan soal ini !!,..dan saya beri waktu 30 menit. Lalu saudara kumpulkan.!!”
            Hmm, begitu berhenti memberi perintah. Tanpa berlama lama , aku pun segera mencatat soal tersebut, menganalisisnya, lalu aku berdoa. Dengan harapan, akan ada mukjizat yang datang sehingga aku dapat mengerjakan. Hahaha. Sungguh, tak mungkin ku bisa mengerjakan dalam waktu sesingkat itu. Mengingat, aku masih belum paham.
            Waktu terus berjalan, namun baru separuh jalan jawaban yang kutuangkan di kertas ku,di bawah coretan soal. Rasa bingung gugup dan panik bersahabat dengan ku. Ku tatap jam dinding kelas yang menempel kokoh . Dan waktu semakin mepet.
            “Ya,..30 detik lagi. Segera di selesaikan. Lalu di kumpulkan.” Pak X memberi tekanan.
            Dan saat yang di tunggu tunggu datang. Waktu habis dan perlahan Pak X menghampiri kami satu persatu mengambil hasil jawaban.
            “Ayo dikumpulkan,,..atau terserah saudara. Mau mengumpulkan ya terserah,..tidak juga terserah.” Ucapnya.
            Kami semua mengumpulkan tugas itu. Entah benar atau salah tak peduli. Yang penting kami sudah peras otak. Setelah semua terkumpul. Segera Pak X membahas soal tadi. Papan semakin penuh dengan jajaran angka. Dengan sedikit menjelaskan dia terus menulis.
            Tak terasa, 30 menit sudah Pak X membahas soal tersebut. Namun belum ketemu juga hasilnya. Tuh,..Pak X yang profesional saja memerlukan waktu lebih untuk menyelesaikannya. Apalagi kita yang masih terbilang pemula.
            Coretan demi coretan,..lalu di hapus lagi,..penyelesaian yang tadinya berurutan, kini mulai tak karuan. Aku semakin bingung. Masih lama Pak X mengerjakannya dan tak kunjung selesai. Beberapa dari kami ada yang mencurahkan lelucon kecil. Taqi menoleh kebelakang , yang di situ terdapat Imam dan belakangnya lagi aku serta Wawan disampingnya. Ngoceh dia dengan lirih, seraya menyindir Pak X.
            “Waktunya sudah 30 menit pak, Segera dikumpulkan.”
            Spontan aku , Wawan dan Imam langsung tertawa. Ada ada saja dia. Coba Taqi ngomong langsung ke pak X. Mungkin Pak X akan menjawabnya dengan ini. “Anda yang keluar, atau saya yang kaluar??” hahaha. Untung Taqi berbicara dengan lirih sehingga tak membuat telinganya menangkap signal ejekan. Waktu masih berjalan, dan sekarang tepat 35 menit Pak X mengerjakannya. Sungguh makan waktu, hingga membuat Ridalfi (Ai) tertidur pulas, meski dengan posisi duduk. Untung ga ngiler. He.
            Di tulis,…hapus lagi,…tulis lagi,…hapus lagi. Tepat 45 menit, Selesai pak X mengerjakan. Nah lho,..Langsung dihapus dan membahas bab bab metode pamotongan. Wah padahal aku mau mencatat. Sebenarnya ketemu ga hasilnya,?? Aku juga ga tau.
            Beberapa menit memberi materi. Waktu pulang pun dekat. Lagi!!! Sebuah soal tugas ditonjokkan lagi pada kami. Namun ini tentang metode pemotongan tadi. Setelah menghantam soal, Pak X duduk dan memberi pesan singkat namun bermakna.
            “Practice make excelent” Ujar pak X dengan bijak.
          “Jika kita sering mencoba maka semuanya akan menjadi sempurna. Sekian kuliah pagi ini Wassalamuallaikum wr.wb” Tambahnya seraya menutup.
            Dan kami pun ,.....Eiiiiittttttsssssss. Tantangan masih menghadang Asistensi Deferensial Integral. Hehehehe
           


Sekian sedikt cerita dariku.

1 komentar:

Baca Catatan Agung mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.